Kegiatan tambahan hari ini melayat mbah putri yang berpulang di daerah cilandak. Langit bersih dengan sedikit awan ternyata membuat daerah ini terasa panas bukan main, anginpun malas banget bergerak.
Baru aja merapatkan parkir lewatlah tukang sampah menarik gerobak sampahnya yang besar itu dengan santai sambil bersiul-siul dan bernyanyi kecil. Lagi asyik kayanya sampai nggak berasa udara sepanas itu dan ga terlihat juga berkeringat. Tampaknya dia memang bener-bener pekerja lapangan sejati.
Satu kelebihan yang patut disyukuri. Dengan kemampuan adaptasinya terhadap panas mungkin dia tidak akan bermasalah dengan udara panas Jakarta.
Pemanasan global ini perlu kita perhatikan bersama dengan tidak menebang pohon bahkan kalau bisa menanam pohon baru. Kalaupun tidak ada lahan bisa ditanam di pot. Dari pengalaman selama ini pohon besar di depan rumah membawa udara dingin ke dalam rumah. Jarak dari pohon itu ke pintu dan jendela depan sekitar tiga meter. Kalau suka buah tanam saja mangga atau rambutan. Daunnya rimbun dan buahnya bisa dimakan sampe perut membuncit itupun tetangga masih kebagian.
Tuh kan banyak untungnya. Tinggal tanam buah, dapet hasilnya bikin sehat dan dingin sekaligus.